Kelam Pergi, Aku Berlari

Tuesday, April 28, 2009 , Posted by ijalceritera at 2:58 AM

Bismillahirrahmanirrahim...



Kain putih,
Bertukar kelam,
Kelam dinding hari,
Kelam cermin diri,
Kelam segenap mimpi,
Mimpi yang disusun rapi,
Musnah sebab penyakit hati.

Hati mati,
Hati runsing,
Hati pusing,
Inilah percikan merah,
Luka yang terpercik.

Hati rebah,
Hati kelam,
Seperti kelamnya dasar laut,
Yang di atasnya ombak,
Di atas ombak ada ombak,
Di atasnya awan yang bertindih-tindih,
Lalu keluarkanlah tanganmu,
Nampakkah?,
Kelam pekat.

Semalam,
Kelam sudah tertinggal,
Di belukar duri,
Aku biarkannya menangis seorang diri,
Berlalu pergi menuju ke destinasi,
Cahaya di hujung jalan,
Aku berlari anak,
Aku berlari-lari,
Kenapa?
Sebab aku ketinggalan,
Sebab aku lambat,
Sibuk melayan kelam,
Kawan-kawanku semua di hadapan,
Berjalan tenang.

Sungguh penat,
Aku pun berjalan,
Terpanggil kata-kata bernas
Ayat emas seorang kawan ,
"Izzaldin, anta tak boleh ikut seperti ana di depan",
"Tahap kita tak sama",
"Ana berjalan, anta kena berlari ",
Terima kasih,
Nasihati kawanmu yang lemah,
Teruskan berlari.



Innalilahi wa innailaihi raji'un...

Currently have 0 Baca Balas: